Metode Promosi Penjualan

Seringkali kita bertanya-tanya, di metode promosi penjualan banyak yang menggunakan kata “hipnosis” dan kata “hipnotis”. Apakah artinya sama ? atau beda?

Selama ini sepengetahuan saya masyarakat masih mengartikan hipnotis sebagai alat interogasi yang seakan – akan orang yang dihipnotis tidak memiliki kuasa atas dirinya seperti di reality show. Saya berani menjawab kalau itu tidak sepenuhnya BISA!

Yaa…jika itu bisa mungkin sudah diterapkan pada pelaku kejahatan terlebih pada pelaku korupsi.

Baik kita samakan persepsi dulu tentang hipnosis dan hipnotis. Hipnosis secara sederhana adalah suatu ilmu atau seni berkomunikasi dengan alam bawah sadar, sedangkan hipnotis adalah orang yang melakukan hipnosis.

Apakah hipnosis hanya bisa untuk acara hiburan, seperti yang ditampilkan di Televisi?

Tentu tidak di metode promosi penjualan juga memakai trik ini. Berikut ini adalah jenis hipnosis dan manfaatnya:

  1. Stage Hypnosis

    Stage hypnosis adalah hipnosis yang digunakan untuk pertunjukan hiburan.

  1. Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy

    Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy adalah aplikasi hipnosis dalam menyembuhkan masalah mental dan fisik (psikosomatis). Aplikasi dalam pengobatan penyakit antara lain: depresi, kecemasan, phobia, stress, penyimpangan perilaku, mual dan muntah, melahirkan, penyakit kulit, dan masih banyak lagi.

  1. Anodyne Awareness

    Anodyne Awareness adalah aplikasi hipnosis untuk mengurangi rasa sakit fisik dan kecemasan.

  1. Forensic Hypnosis

    Forensic Hypnosis adalah penggunaan hipnosis sebagai alat bantu dalam melakukan investigasi atau penggalian informasi dari memori.

  1. Metaphysical Hypnosis

    Metaphysical Hypnosis adalah aplikasi hipnosis dalam meneliti berbagai fenomena metafisik. Jenis hipnosis ini bersifat ekperimental.

Manusia mempunyai dua jenis pikiran yang bekerja secara simultan dan saling mempengaruhi, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Besarnya pengaruh pikiran sadar terhadap seluruh aspek kehidupan seseorang, misalnya sikap, kepribadian, perilaku, kebiasaan, cara pikir, dan kondisi mental seseorang hanya 10%. Sedangkan besarnya pengaruh pikiran bawah sadar adalah 90%.

Dari sini dapat kita ketahui bahwa pikiran bawah sadar mengendalikan diri kita 9 kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar. Dan semua masalah yang berkaitan dengan emosi semua tersimpan dipikiran bawah sadar, misal perasaan malas, tidak semangat, bisnis sering gagal dan emosi lainnya semua tersimpan dipikiran bawah sadar. Disinilah sekeras apapun kita memotivasi seseorang anak, anak buah tapi mereka tidak bisa mengikuti perintah atau nasehat kita karena kita selama ini hanya bermain di ranah pikiran sadar yaitu 10%.

Artikel lainnya