prospect, marketing, produk, interest, trial

Jumlah prospect atau calon pembeli

yang meningkat hingga 400% tidak akan memberi pengaruh apapun jika tidak berhasil dikonversi menjadi pelanggan.Apakah conversion rate lebih penting dari jumlah prospect? Jawabannya adalah keduanya penting. Jika jumlah prospect sudah berhasil ditingkatkan harus diikuti dengan peningkatan conversion rate. Kabar baiknya jika conversion rate meningkat misalnya dari 2% menjadi 3% saja jumlah omzet akan meningkat hingga 30%.

Apa saja yang sudah dilakukan untuk meningkatkan conversion rate? Atau kita hanya menunggu saja dan berharap conversion rate meningkat? Ayo!!! Untuk mendapatkan hasil yang berbeda kita harus melakukan hal yang berbeda bukan?

Hal hal sederhana berikut layak untuk dicoba untuk meningkatkan conversion rate Anda.

  1. Lakukan Test Marketing Tools

    Jika dalam berjualan retail dan bisnis property ada rumus Lokasi! Lokasi dan Lokasi maka dalam meningkatkan conversion rate ada Test! Test! Dan Test. Apakah yang harus di Test? Coba lakukan perubahan di Headline Iklan Anda, Layout, Penawaran Spesial, atau gunakan media yang berbeda kemudian ukur mana yang memberikan hasil yang lebih baik.

  1. Rumuskan Differensiasi Produk

    Banyak perusahan melakukan inovasi bukan merupakan hal yang dibutuhkan pelanggan. Mereka melakukan perubahan hanya karena kompetitor sudah melakukan hal itu. Temukan hal yang sesungguhnya dibutuhkan pelanggan dan tawarkan yang mereka butuhkan. Ini akan sangat membantu meningkatkan conversion rate.

  1. Set Up a Sales Funnel

    Jangan terburu – buru untuk melakukan closing, masih ingat angka pareto 10 : 80 : 10? Susunlah sales funnel berikan perlakuan yang berbeda pada Prospect yang masih Cold (dingin), Curious (penasaran), Interest (tertarik) dan Trial (mencoba). Coba susun strategi untuk dimasing-masing tingkatan prospect hingga kemudian berhasil melakukan penjualan.

  1. Increase Trust

    Coba bayangkan jika Anda bertemu dengan seseorang di jalan raya dekat pasar tradisional sedang menjajakkan iPhone seperti dagang rokok eceran. Iya saya agak ragu Anda akan membeli dari orang tersebut. Mengapa? Walaupun Anda tahu iPhone adalah barang dengan kualitas yang bagus, dan harganya pun masuk akal tetapi tidak terbangun trust. Masak iya iPhone dijual dengan cara ecerean.  Sales guru Zig Ziglar pernah mengatakan ada 4 hal alasan orang tidak membeli,

  • sedang tidak butuh;
  • tidak memiliki uang;
  • sedang tidak mendesak untuk punya;
  • no trust (tidak percaya);

Ada banyak cara untuk menyelesaikan 3 alasan pertama tetapi untuk mendapatkan trust perlu konsistensi, kejujuran dan pelayanan yang sesuai dengan apa yang dijanjikan.

  1. Kemudahan Dalam Membeli

    Menerima semua jenis pembayaran, cash, kartu kredit, pay pal, e-money, doku klik bca, mandiri e banking dan lain sebagainya akan dapat membantu kemungkinan prospect untuk membeli terlebih lagi kalau di dunia e-commerce. Setelah itu ada kaitannya dengan delivery barang, kemudahan retur juga akan berpengaruh. Intinya lakukan inovasi untuk mempermudah calon pelanggan untuk melakukan pembelian.

  2. Testimoni


    Apapun yang Anda katakan sebagai penjual, seorang pembeli akan lebih senang mendengar bukti langsung dari yang sudah menggunakan barang ataupun jasa kita. Untuk itu sediakan testimoni, penelitian yang mendukung produk dan jasa kita, review dari ahli, demo produk dll.

  3. Buat Perbandingan

    Tunjukkan keunggulan produk Anda dibandingan produk kompetitor, hal ini banyak dilakukan oleh produk deterjen, bahkan minuman dalam kemasan. Iklannya memang dramatis tetapi ini cukup menarik karena umumnya pelanggan itu malas termasuk malas dalam membanding – bandingkan yang justru merepotkan mereka. Mereka terkadang hanya melihat harga dan fitur utama saja, kalau Anda bisa memiliki fitur dan manfaat lain yang lebih banyak akan mampu meningkatkan conversion rate.

  4. Berikan Garansi

    Kurangi semua risiko yang membuat pelanggan kita khawatir, berikan garansi, misalnya :

  • Pizza diantar dalam 30 menit atau GRATIS (Domino Pizza)
  • 10 Years Warranty (Hyundai –America)
  • Money Back Guarantee

Artikel lainnya