Praktek bisnis

Terdapat beberapa pandangan yang keliru dalam praktek bisnis pada umunnya, di dalam praktek bisnis misalkan banyak sekali pebisnis lebih memilih karyawan berdasarkan kepercayaan dibandingkan dengan kompetensi. Pertanyaannya adalah kenapa kita justru memilih orang yang dipercaya dibandingkan dengan orang yang kompeten?

Sebagian besar pebisnis beralasan bahwa dengan menempatkan orang yang dipercaya bisa mencegah terjadinya “bolong” dalam bisnisnya, namun kenyataan orang kepercayaan yang tidak kompeten belum tentu bisa melaksanakan tugas dengan baik bahkan bisa jadi membuat “bolong” yang baru.

Pandangan keliru yang lain di praktek bisnis adalah setelah pebisnis mendapatkan orang yang bisa dipercaya maka hampir semua perkerjaan dilimpahkan kepadanya melebihi kemampuan dan kapasitas orang tersebut. Selain itu alasan para pebisnis mempertahankan orang yang tidak kompeten adalah tidak memiliki pengganti, sulit mencari karyawan baru dan sebagainya.

Nah…masalahnya apabila kita terus menempatkan orang yang tidak kompeten hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan. Jalan keluarnya adalah kita harus siap memiliki “stock” atau calon karyawan yang kita harus refresh setiap bulannya. Kita harus memiliki persediaan dan sumber yang tepat untuk merekrut karyawan.

Banyak sekali pebisnis yang tidak memiliki perencanaan untuk sumber daya manusia yang dimiliki, contoh kecil misalnya jika kita mempekerjaan karyawan yang bertugas di front desk diperlukan karyawan yang muda muda yang cantik bukan yang sudah bekerja 20 tahun.

Masalah berikutnya adalah tidak tahu cara melakukan interview misalnya untuk merekrut seorang sales. Saat merekrut seorang sales kebanyakan orang melakukan dengan cara konvensional yaitu dengan menanyakan latar belakang pendidikan, apa yang telah dilakukan dipekerjaannya sebelumnya, dan lain sebagainya. Padahal ada cara yang lain yang lebih efektif misalnya minta secara langsung untuk menjual barang atau meyakinkan interviewer-nya.

Seseorang yang sedang interview biasanya memakai “topeng”, mereka akan berusaha menutupi kekurangannya karena yang penting bagi mereka adalah mendapat kerja.

Hanya sedikit pebisnis yang menjual “mimpi” perusahaannya kepada karyawan, mereka hanya meng iming-imingi dengan gaji. Sayangnya jika ada yang menawarkan gaji lebih tinggi maka karyawan tersebut akan dengan mudah langsung pindah, akan berbeda halnya jika karyawan tersebut memahami ”mimpi” atau visi perusahaan dan jelaskan tentang jenjang karir jangka panjang serta posisi dan fasilitas yang didapatkan 5 – 10 tahun ke depan dan seterusnya.

Bagaimana Caranya??? Mari Kita bahas…

Ada 8 langkah yang harus kita kerjakan untuk menscreening karyawan, yaitu :
1.  Sumber

kita harus mengerti dengan jelas darimana sumber karyawan yang kita inginkan, kalau fresh graduate maunya dari kampus apa? Jurusan apa? Tempatnya dimana? jalur melamar apakah lewat Jobsdb.com atau lewat referensi atau yang lainnya.

2.  Sortir

setelah lamaran masuk kita harus men sortir lamaran dan menyesuaikan dengan data, pendidikan, tempat tinggal foto dan lain sebagainya.

3. Pelengkapan data

formulir dan syarat – syarat lain yang diperlukan dalam pekerjaan.

4. Wawancara

kami lebih memilih metode dengan group interview alasannya karena jika langsung interview one on one umumnya mereka masih akan menutupi karakter aslinya guna mendapatkan pekerjaan.

5. Pengumuman

dari hasil group interview

6. Wawancara berikutnya

adalah wawancara one on one, jadi setelah para kandidat kita ketahui karakternya baik dari test DISC, graphology dan group interview kemudian kita lakukan wawancara satu per satu untuk meyakinkan kembali data yang kita peroleh.

7. Offering

dalam tahapan ini kita memberikan peluang dan manfaat yang bisa mereka peroleh jika bergabung dengan perusahaan kita, kita bisa membagikan visi perusahaan dan jenjang karir yang mereka bisa dapatkan jika bergabung dengan kita.

8. Placement

setelah disepakatai proses terakhir adalah penempatan. Penempatan ini berdasarkan kompetensi yang dimiliki kandidat yang telah melamar dengan didukung oleh semua data yang diperoleh dari hasil interview.
Demikian langka-langkah dalam melakukan recruitmen semoga bermanfaat untuk bisnis anda.

Untuk Indonesia yang Lebih Baik.

Artikel lainnya