promosi produk

Promosi produk jika dari sudut pandang hypnosis, storytelling adalah cara termudah untuk membuat kondisi seseorang menjadi rileks. Storytelling teknik mendongeng ini sangat efektif untuk menyampaikan pesan yang bisa dimanfaatkan dalam strategi pemasaran. Penyampaian cerita yang baik akan mampu melewati alam sadar dan mengajak orang untuk berimajinasi dan langsung mengakses unconscious mind.

Hal ini yang dahulu menjadi kebiasaan orang tua mendongeng sebelum tidur tidak disadari merupakan teknik yang sangat POWERFUL. Ada dua alasan yang pertama adalah dongeng atau story telling itu sendiri dan yang kedua kondisi sesorang sesaat akan tertidur gelombang otaknya berada di gelombang dengan frekuensi alpha 8 -12 hz , merupakan frekuensi pengendali, penghubung pikiran sadar dan bawah sadar. Anda bisa mengingat mimpi anda, karena anda memiliki gelombang alpha. Kabur atau jelas sebuah mimpi yang bisa anda ingat, tergantung kualitas dan kuantitas gelombang alpha pada saat anda bermimpi. Alpha adalah pikiran yang paling cocok untuk pemrograman bawah sadar.

Baik kembali lagi ke storytelling ada beberapa elemen yang ditemukan dalam setiap cerita yang mampu menarik perhatian pendengarnya yaitu;

Penunjuk Waktu 

Pastikan pendengar anda memiliki kesamaan persepsi tentang kapan atau setting waktu dari kejadian yang kita ceritakan. Waktu yang saya maksudkan tidak harus spesifik tentang hari, atau jam ataupun tanggal

Misalnya kita bisa mengatakan :
Beberapa minggu yang lalu,
Saat saya masih bekerja di….
Ketika saya akan berangkat ke kantor…

Promosi Produk Dengan Kejadian dan Tokoh

Sebuah cerita yang menarik harus memiliki satu kejadian dan tokoh yang berperan didalamnya, akan lebih mudah menceritakan pengalaman yang kita langsung karena akan terasa nyata dibandingkan kita menyusun sebuah cerita dari pengalaman orang lain. Hanya saja jika sudah cukup mahir dalam komunikasi semuanya bisa saja dilakukan.

Tunjukkan Seolah Promosi Produk Anda Kejadian Nyata

Nah hal ini penting, bahasa tubuh memiliki berperan lebih 50% keberhasilan komunikasi begitu juga dengan storytelling. Susun kata – kata dari cerita yang mau kita sampaikan, gunakan intonasi yang dinamis dan tambahkan gesture yang mampu mendukung agar cerita kita lebih mudah dipahami oleh lawan bicara.

Artikel lainnya