Bisnis coaching

Hingga awal tahun 2015 ini sepanjang perjalanan saya dalam Bisnis Coaching dan memberikan Training ada satu pertanyaan yang sering saya dengar…

“Pak Kabun, Apa sih pentingnya visi bagi perusahaan saya? Selama ini saya ga pakai visi-visian semuanya baik – baik saja…

Saya yakin sebagian diantara Anda mungkin memilki pertanyaan yang sama. Saya biasanya menceritakan analogi seperti ini kepada para klien saya.

Pak seandainya kita naik taksi hal pertama yang ditanyakan supir taksi adalah tujuan kita mau kemana. Betul kan pak?

Naah bayangkan saja kalau kita naik taksi tidak bilang tujuan kita, Apa yang terjadi?

Betul! bisa jadi kita berputar-putar dan tidak akan pernah sampai, Kenapa?
Karena kita belum menyebutkan apa tujuan kita.

Bagaimana dengan bisnis Anda? Saya yakin Anda pasti memiliki tujuan, hanya saja mungkin belum diceritakan.

Mengapa menceritakan visi menjadi penting? Ya sama seperti cerita taksi tadi kita perlu “TUJUAN” sebelum menyusun “STRATEGI” untuk mencapainya. Saya yakin Anda paham betul dengan apa yang Anda mau, tetapi bagaimana dengan team Anda? Seberapa jelas mereka paham dengan tujuan perusahaan?

Pada akhirnya tanpa tujuan langkah yang kita ambil hanya berputar – putar dan tidak akan pernah sampai.

Pertanyaan berikutnya adalah

Bagaimana caranya menyusun visi?

Berdasarkan pengalaman dengan klien selama ini. Ada 3 langkah yang diperlukan, cukup sederhana yaitu :

Pertama, tentukan jangka waktu kapan visi ini Anda inginkan terwujud, saya tidak tahu mungkin itu 2, tahun, 5 tahun, 10 tahun atau 50 tahun atau lebih panjang lagi.
Kedua, gali sebanyak mungkin apa sebenarnya tujuan Anda membangun bisnis Anda! Legacy apa yang mau Anda tinggalkan? Pesan apa yang mau Anda sampaikan? Anda bisa gunakan pertanyaan berikut.

Perusahaan seperti apa yang Anda inginkan?
Seberapa besar perusahaan ini akan Anda bangun?
Hal apa yang akan menjadikan perusahaan ini dikenal?
Bagaimana anda mengukur keberhasilan perusahaan ini?
Mengapa orang lain harus peduli dengan perusahaan Anda?
Kebanggaan apa yang ingin Anda berikan bagi team Anda?
Apa yang Anda atau pendiri usaha ini terhadap perusahaan?
3 Hal penting yang Anda tawarkan kepada pelanggan?
Bagaimana Anda menemukan calon pelanggan Anda?
Pelanggan seperti apa yang Anda butuhkan? (attitudes, behaviour)
Team seperti apa yang Anda butuhkan?
dan cari pertanyaan lain yang bisa menggali lebih lengkap tentang Anda dan perusahaan Anda.

Ketiga, catat semua hal dari jawaban Anda “pick” point pentingnya kemudian susun menjadi sebuah kalimat.

Beberapa Tips dalam menulis visi perusahaan :

  1. Visi dinyatakan dalam future tense dan nyatakan dalam kalimat positif.

  2. Visi Anda harus powerfull dan memorable dengan kata lain visi Anda harus mampu menginspirasi orang yang membacanya.

Berikut contoh visi dari beberapa perusahaan terkenal.

Microsoft: “A computer on every desktop.”

Nike: “To bring inspiration and innovation to every athlete in the world.”
Apple: “A computer in the hands of everyday people.”
Charles Schwab: “Helping investors help themselves.”
Disney: “Make people happy.”
Google: “To provide access to the world’s information in one click.”

  1. Make It Achievable

    Mengapa visi harus Achievable? Visi akan lebih mudah memotivasi jika Itu masuk akal untuk dicapai. Tidak menjadi masalah jika visi anda dianggap tidak masuk akal oleh kebanyakan orang, sejauh Anda bisa menjelaskan dan meyakinkan diri Anda sendiri dan Team tentang visi itu lanjutkan saja. Ingat! Semua penemuan besar awalnya dianggap tidak masuk akal.

  1. Make It Visible

    Letakkan visi Anda sebisa mungkin di banyak tempat yang paling banyak dilihat Team atau calon konsumen Anda.  Cantumkan tagline Anda disetiap marketing tools Anda dan buat Anda bangga akan hal itu. Ini akan sangat membantu visi Anda menjadi lebih powerfull.

  1. Align with your goal

    Hal berikutnya setelah visi Anda disusun maka “align” semua strategi Anda, Misi, Goal dan Target team seusai dengan visi perusahaan.

Tjong Ka Bun – Business Coach

Artikel lainnya